A. Pengertian Rezeki
Menurut kamus besar bahasa Indonesia kata rezeki memiliki dua arti yaitu, pertama rezeki adalah segala sesuatau yang dipakai untuk memelihara kehidupan ( yang diberikan oleh Tuhan) berupa makanan (sehari-hari); nafkah. Kedua, yaitu kata kiasan dari penghidupan, pendapatan, (uang dan sebagainya yang digunakan memelihara kehidupan), keuntungan, kesempatan mendapatkan makanan dan sebagainya.
Menurut Prof. Dr. M. Mutawalli asy-Sya’rawi, “Rezeki ialah apa yang dapat dimanfaatkan oleh pemiliknya’’ . Dalam perspektif islam rezeki merupakan anugerah nikmat di karuniakan Allah Swt kepada manusia untuk keperluan jasmani dan rohaninya seperti makan, ilmu dan sebagainya. Rezeki disini memeliki maksud dan pengertian yaitu ‘makanan dari Tuhan”, “pemberian Tuhan’, “bekal dari Tuhan’, dan Anugerah dari langit. Semua yang mengandung konotasi sama yaitu Allh Swt adalah Tuhan yang memberi rahmat sebenar-benarnya kepada makhluk penghuni alam semesta. Dalam hal ini Allah Swt berfirman surat Nuh ayat 10-12);
Artinya: “Maka aku berkata (kepada mereka); Mohonlah ampun kepada Tuhan-mu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.’’
Jika kita merujuk dari ayat diatas kata rezeki memiliki arti yaitu memberian Allah kepada makhluk-makhluknya. Allah menganugerahkan rezeki kepada siapa pun dan meliputi berbagai macam aspek kehidupan baik secara jasmani dan rohani dalam bentuk rohaniah dan batiniah. Dari segi jasmaniah Allah mewujudkan rezeki dalam bentuk makanan. minuman, pakaian, kediaman dan segala hal yang berkaitan dalam memperolehnya. Kebutuhan rohani yang diberikan Allah kepada hambanya bisa berupa ilmu pengetahuan, kecerdasan, taufik serta hidayah dalam kehidupan. Rezeki dalam bentuk jasmani diberikan kepada setiap makhluk yang bernyawa di dunia baik beriman ataw kafir, baik atau jahat. Di akhir Ayat 212 Surah al-Baqarah, Tuhan berfirman yang bermaksud:
Artinya: Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.
Jadi, dari dua penjelasan diatas dapat saya simpulkan bahwa rezeki memiliki konteks yang sangat luas rezeki merupakan memberian Allah Swt yang diberikan kepada semua makhluk tanpa memilih-milih untuk memenuhi kebutuhan baik secara jasmani maupun rohaniah dan segala hal yang berkaitan dalam memenuhi kebutuhan tersebut.
B. Kunci mendapatkan rezeki
Allah Swt menegaskan kepada hambanya bahwa ia akan melapangkan rezeki bagi mereka yang mau berusaha mengejar rezeki di jalan Allah. Ia pulalah yang memenuhi segala kebutuhan hambanya dengan rezeki yang ia tebarkan di bumi. Allah Swt memberikan perintah untuk mengejar kehidupan baik di dunia maupun di akhirat.Dalam Al-Qur’an jelas terperinci himbauan Allah kepada hambanya memperoleh rezeki untuk dunia dan akhir. Jaminan rezeki yang di janjikan Allah kepada makhluk-Nya bukan berarti memberi tanpa usaha.
• Istigfar dan Taubat
Istigfar dan taubat salah satu hal yang dapat melapakan rezeki, setiap kali seorang hamba beristigfar dan mengakui semua kesalahannya di hadapan Allah dan bertobat tidak akan mengulangginya lagi , sesungguhnya dalam istigfar dan taubatnya itu terbukalah pintu rezeki baginya. Sesuai dengan firman Allah Surat Nuh ayat 10-12 yang artinya: “Maka aku berkata (kepada mereka); Mohonlah ampun kepada Tuhan-mu, sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari lanit kepadamu,dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan menagadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu..’’
• Shodaqoh di jalann Allah
Rezeki yang telah Allah limpahkan kepada hambanya tidak akan pernah berkurang jika mereka mengunakannya di jalan yang diridhoi oleh Allah justru, apa yang ia shodaqahkan di jalan Allah akan dilipat gandakan di kemudian hari. Firman Allah Swt dalam surat Al-baqarah ayat 216:
‘ Artinya: “ Perumpamaan orang yang meninfakan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yan menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gndakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha luas, Maha mengetahui.’’ Dan dalam firman yang lain surat Saba’ayat 39:
Artinya : Katakanlah “Sungguh, Tuhan ku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya.”Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang terbaik.’’
• Taqwa
Taqwa memiliki arti mentaati semua perintah Allah, mempercayai semua wahyu yan diturunkan, menerima denan ikhlas semua rezeki yang diberikan dan percaya kepada hari akhir. Sebagaimana firman Surat At-Talaq ayat 2-3 ;
Maksud dari ayat diatas yang berkaitan bahwa taqwa merupakan salah satu kunci lapangnya rezeki terdapat di sebagian terakhir ayat : … barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Allah lah yang memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka serta bagi mereka yang bertaqwa Allah mencukupkan segala keperluaanya.
• Berhijrah di jalan Allah
Maksud hijrah disini adalah berpindah dari tempat yang penuh dengan kemaksiata dan hal yan buruk berpindah ketempat yang dapat mejaga dan meyelamatkan ibadah dan agama.An-nisa ayat 100
• Bertawakal kepada Allah
Tawakal disini adalah melaksanakan pekerjaan dengan sungguh-sungguh dan menyakini bahwa Allah akan memebrikan rezeki akan sampai kepada kita dengan berbagai cara sesuai dengan kehendak Allah.dalam surat Hud ayat 6:
Artinya : Dan tidak satu pun makhluk bererak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamanya dan tempat penyimpanan. Semua tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuh).
Ayat ini menegaskan bahwa dan bukan hanya mereka yang kafir dan munafik yang diketahui keadaanya dan dianugerahi rezeki-Nya itu, tetapi semua makluk. Karena tidak ada suatu binatang melata pun di permukaan dan di dalam perut bumi melainkan atas Allahulah melalui karunia-Nya menjamin rezeki-Nya yang layak dan sesuai dengan habitat dan lingkungannya dengan hamparan rezeki itu. Mereka hanya dituntut bergerak mencarinya, dan Dia mengetahui tempat berdiamnya binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata yakni tertampung dalam penetahuan Allah Azza wa Jalla yang meliputi segala sesuatu, yakni termaktub dalam Lauh al-Mahfudz.
C. Batasan Rezeki
Manusia adalah makhluk berakal yang diberikan kelebihan dari makhluk lainnya, manusia dianjurkan mencari rezeki dari Allah yang tersebar di sepenjuru bumi ini. Hal ini disebabkan karena setiap manusia memiliki rezeki masing-masing yang sudah di tentukan oleh Allah hanya saja rezeki adalah hal yang tidak dapat diraba oleh alam perkiraan manusia. Walaupu tidak dapat diramalkan datangnya rezeki sebagai makhluk Tuhan kita wajib berusaha untuk mencapainya dengan cara yang halal dan baik. Batasan rezeki dalam kehidupan manusia harus diperluas agar setiap saat kita tetap bersyukur kepada Allah atas nikmat yang telah Ia berikan tidak hanya sebatas harta kekayaan semata melaikan semua aspek yang berkitan dengan kehidupan baik di dunia maupun di akhirat. Konteks rezeki bisa bermacam-macam wujudnya, contohnya ; penciptaan kita sebagai manusia makhluk yang mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan makhluk-makhluk ciptaan Allah yang lainya, penciptaan langit dan bumi dari sanalah Allah menghampar rezeki-rezekinya untuk manusia yang mau terus berusaha, berfungsinya akal yang kita miliki dengan baik dan normal, keimanan dan keislaman adalah rezeki, sehat, hujan, kemarau, kehidupan, ilmu yang bermanfaat, saudara seiman merupakan sebagian kecil rezeki yang Allah berikan yang terkadang kita lupakan kehadirannya.
Jika konteks rezeki demikian luas, mengapa kita mempersempit makna rezeki itu sendiri hnaya dalam batas kekayaan semata? Kita sebagai manusia kadang sangat lupa karunia yang Allah berikan kepada kita sebagai manusia, bila saja kita di ciptakan sebagai hewan apakah kita akan menikmati rezeki yang Allah berikan layaknya kita sebagai manusia? Manusia adalah makhluk yang terkadang melupkan rasa syukur terhadap rezeki yang Allah berikan. Dalam surat Ar-Rahman Allah berkali kali bertanya kepada manusia “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”.
Selayaknya sebagai manusia yang memiliki iman kita tetap berusahan memperoleh rezeki yang telah Allah janjikan kepada hamba-hambanya dan terus berusaha di jalan Allah dengan cara halal dan baik.