Blog EntryTHAHARAHJan 27, '08 10:14 PM
for everyone

THAHARAH

A. PENDAHULUAN

           Thaharah berasal dari bahasa Arab yang artinya bersuci. Dalam hukum Islam, soal bersuci dan segala seluk-beluknya, termasuk bagian ilmu dan amalan yang penting. Sebagai makhluk yang memiliki dimensi lahir dan bathin, maka bersuci, pada dasarnya juga terdiri dari dua aspek tersebut. Bersuci dari hal-hal yang bersifat bathiniah merupakan upaya membersihkan diri dari noda kemusyrikan, kedengkian, takabur, riya’ dan berbagai garam bentuk dosa dan maksiat lainnya, yang dapat dilakukan dengan bertaubat secara sungguh-sungguh, penuh keikhlasan, tawadhu dan mendedikasikan seluruh aktivitas hidup hanya kepada Allah swt. Sementara bersuci dari hal-hal yang bersifat lahir adalah menghilangkan segala kotoran (najis) dan hadats yang melekat pada diri, tempat dan pakaian yang dikenakan oleh seseorang.

           Bersuci, dengan demikian, akan mencapai derajat kesempurnaan apabila mencakup dua aspek di atas, karenanya ia juga merupakan titik tolak dari seluruh aktivitas manusia yang ingin menjalin hubungan dengan penciptanya (berhubungan dengan iman). Sebagaimana ditegaskan berikut: 

Surat Al Baqarah : 222:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ وَلا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Artinya:

Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: "Haid itu adalah kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.

Hadist:

"Bersuci adalah bagian dari iman"

BERSUCI

1. Alat Bersuci

         Untuk mewujudkan kesucian lahirih manusia. Islam memberikan tuntunan mengenai apa saja yang bisa digunakan sebagai sarana bersuci, yang antara lain:

a. Air

        Air merupakan sarana utama yang diperintahkan sebagai alat bersuci. Dari sudut pandang syar'i, pada umumnya, air dikategorikan ke dalam empat macam, yaitu:

  1. Air yang suci dan mensucikan.
  2. Air suci tetapi tidak mensucikan
  3. Air yang bernajis (air yang terkena benda najis)
  4. Air yang makruh

Tentang Air

1. Air mutlak
2. Debu yang suci
3. Air yang Tercampur Sesuatu yang Suci
4. Air dalam jumlah yang banyak apabila berubah warnanya karena terdiam
5. Air musta’mal
6. Air yang terkena najis
7. Air yang jumlahnya mencapai dua kulah
8. Air yang tidak diketahui kedudukannya






b. Bersuci dengan selain air

        Untuk bersuci dari hadas dilakukan dengan menggunakan tanah yang disebut tayamum.Sedangkan untuk bersuci dari najis, harus dengan syarat sebagai berikut:

  1. Dengan menggunakan sesuatu yang beku (padat) 
  2. Dengan menggunakan sesuatu yang suci
  3. Dengan sesuatu yang dapat menghilangkan air (tubuh) najis.
  4. Tidak menggunakan seuatu yang dihormati oleh bangsa jin dan manusia, seperti sesuatu yang dimakan oleh Manusia

2. Pembagian Bersuci

a. Bersuci dari Najis

Najis merupakan kotoran yang menghalangi sahnya shalat apabila ia melekat pada badan, pakaian atau tempat dimana shalat itu dilaksanakan. Adapun najis itu sendiri dapat dirinci ke dalam tiga macam, yaitu:

  • Najis Mughaladzah
  • Najis Mutawassitah
  • Najis Mukhafafah

Benda-benda yang termasuk najis

...

BUANG AIR KECIL DAN BESAR

BEJANA

WUDHU

1. Kewajiban Berwudhu
2. Keutamaan Berwudhu
3. Fardu Wudhu
4. Hal-hal yang Berkenaan dengan Wudhu
5. Hukum Wudhu yang Membiarkan Sebagian Anggota Wudhu Tidak Terkena Air
6. Sunnat Wudhu
7. Yang disunnahkan setelah berwudhu
8. Hal-hal yang makruh dilakukan dalam berwudhu
9. Cara wudhu yang sempurna
10. Hal-hal yang membatalkan wudhu
11. Hal-hal yang tidak membatalkan wudhu
12. Amalan yang disunatkan disudahi dengan berwudhu
13. Amalan yang mewajibkan wudhu
14. Mengenai Sentuhan Wanita terhadap Al Quran
15. Hal-hal yang disunahkan berwudhu
16. Boleh menyentuh selain Al Quran
17. Amalan yang diharamkan bagi orang yang junub
18. Masalah Bacaan Al Quran oleh orang yang sedang junub
















MANDI

1. Ketetapan Mandi
2. Hal-hal yang mewajibkan mandi
3. Apabila Wanita yang sedang Haid itu Junub
4. Cara Mandi janabah
5. Hal-hal yang dimakruhkan dalam mandi
6. Mandi Haid Sama Seperti Mandi  Janabah
7. Mandi-mandi yang disunnahkan
8. Rukun Mandi
9. Beberapa hal yang disunnahkan dalam Mandi
10. Mandi Bagi Orang yang Tersadar dari Pingsan










TAYAMUM

1. Definisi Tayamum
2. Sebab Disyari’atkan Tayamum
3. Sebab-sebab diperbolehkannya tayamum
4. Cara Bertayamum
5. Debu yang Dipergunakan Bertayamum
6. Hal-hal yang boleh dilakukan dengan Tayamum
7. Hal-hal yang membatalkan tayamum
8. Hukum Junub Apabila Tidak Mendapatkan Air
9. Hukum yang pada tubuhnya Terdapat Luka
10. Hukum yang mendapatkan air tetapi hanya untuk sebagian wajah saja
11. Boleh Bertayamum Dengan Menggunakan Apa Saja yang di Dalamnya Terdapat Debu
12. Dilarang Bertayamum Dengan Sesuatu yang Tidak Suci
13. Dibolehkan Tayamum Secara Bersamaan Dalam Satu tempat
14. Tayamum Wanita Haid Ketika Terhentinya Darah
15. Apabila seorang wanita junub terlupa dan bertayamum untuk melakukan shalat
16. Wanita yang Tidak mempergunakan air kamar mandi
17. Tayamum bagi jenazah
18. Hukum Mengusap Kedua Sepatu (Al Khuff) dan Kaus Kaki
19. Cara Mengusap Sepatu dan Kaus Kaki
20. Hukum Wanita yang Berwudhu dan Mengusap Kaos Kaki Kemudian Melepasnya
21. Mengusap Gip (Perban)





















HAID DAN NIFAS

1. Definisi Haidh
2. Wanita yang baru menjalani haid
3. Wanita yang biasa menjalani haid
4. Wanita yang mengalami Istihadhah
5. Amalan yang dilarang untuk dikerjakan bagi wanita yang mengalami masa haid





NIFAS

1. Definisi Nifas
2. Keguguran
3. Masa Berlangsungnya Nifas
4. Cara Mengetahui Kesucian
5. Melahirkan Dua Anak
6. Amalan yang diharamkan bagi wanita yang menjalani nifas
7. Amalan yang mubah dilakukan wanita haid dan nifas
8. Amalan yang boleh dilakukan wanita pada masa haid dan nifas
9. Apabila nifas lebih dari empatpuluh hari
10. Apabila Melahirkan Tetapi Tidak Mengeluarkan Darah
11. Apabila Suci Sebelum Empat Puluh Hari
12. Apabila Darah Keluar Kembali Sebelum  Empat Puluh Hari
13. Apabila mengeluarkan darah setelah bersuci lima belas hari
14. Thalak dan Iddahnya Wanita Pada Masa Nifas
15. Wanita yang Mengeluarkan Darah Sebelum Melahirkan
16. Wanita  yang Mengeluarkan Darah Ketika Usia Lima Puluh Tahun

















Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help